Al-Aqsa menunggu. Gaza terkepung. Dan di sinilah kita — memilih antara menyaksikan atau bergerak. Armada sipil terbesar sepanjang sejarah misi kemanusiaan untuk Palestina berangkat 12 April 2026.
"Maka berikanlah hadiah padanya — minyak penerangan, bantuan terbaikmu. Sungguh siapa yang memberi hadiah padanya, seperti shalat di dalamnya."
"Datanglah (bebaskan Baitul Maqdis), lalu shalatlah di dalamnya. Sungguh 1 shalat di sana seperti seribu shalat di masjid lainnya."
Maimunah r.a. menjawab: "Ya Rasulullah, kami belum mampu mendatanginya."
Rasulullah ﷺ menjawab: "Maka berikanlah hadiah padanya minyak penerangan (bantuan terbaik), sungguh siapa yang memberi hadiah padanya, seperti shalat di sana."
Lebih dari 14 abad lalu, Rasulullah ﷺ sudah menjawab pertanyaan mereka yang belum mampu hadir langsung. Bantuan terbaik — sekecil apapun — kepada Baitul Maqdis memiliki timbangan yang luar biasa di sisi Allah.
Hari ini, "minyak penerangan" itu bisa berupa kepedulian, dukungan, dan keberpihakan nyata dalam gerakan global yang sedang berlayar menuju Gaza.
Rasulullah ﷺ menempuh tiga langkah strategis yang bersifat runtut dan tidak dapat diabaikan salah satunya — fondasi ikhtiar panjang menuju Al-Aqsa.
Menanamkan pemahaman aqidah, visi, dan kesadaran umat tentang pentingnya Baitul Maqdis sebagai fondasi perjuangan jangka panjang. Tanpa ilmu, semangat mudah padam.
Membangun kerja sama strategis, perjanjian damai, memperkuat ukhuwah internal, dan memperluas pengaruh dakwah di tingkat global. GSF 2.0 adalah bagian dari langkah politik peradaban ini.
Tahap akhir: pembentukan kekuatan pertahanan yang terorganisir untuk menjaga dan merebut kembali Baitul Maqdis — setelah Makkah dan Madinah tegak berdiri.
Ketiga langkah ini saling berkaitan dan menjadi fondasi yang mengantarkan pada keberhasilan misi Pembebasan Baitul Maqdis di masa khalifah Umar bin Khattab r.a. (El-Awaisi 2020).
Disahkannya peraturan baru yang membuat kehidupan warga Palestina terasa tak berarti — cukup dengan label "tahanan" sebagai bentuk hukuman atas kematian mereka.
Penutupan Masjid Al-Aqsa terlama dalam sejarah modern. Kiblat pertama umat Islam diblokade dari jamaahnya sendiri.
Rakyat Indonesia siap jadi garda terdepan pembebasan Palestina. Ini bukan sekadar solidaritas — ini amanah yang diwariskan Rasulullah ﷺ kepada setiap Muslim yang mampu bergerak.
Paket Iftar serta Bingkisan Lebaran tersalurkan melalui program Ramadhan Peduli Negeri.
Kepedulianmu bukan hanya menjaga rasa kemanusiaan. Tetapi juga bukti cintamu kepada Rasulullah ﷺ dengan menjaga amanahnya untuk Palestina dan Baitul Maqdis.
Kepedulianmu sudah menyentuh 4.381 jiwa. Kini saatnya kita bersama menembus blokade Gaza dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya.
Kini DT Peduli kembali mewakilimu dalam aksi nyata #PeduliPalestina di kancah global. Lewat GSF 2.0, kita menyatukan kekuatan bersama delegasi dari berbagai negara untuk Menembus Blokade Gaza.
"Sumud" berarti keteguhan. Fondasi misi ini — berdiri bersama warga sipil Gaza menghadapi blokade dan krisis kemanusiaan berkepanjangan. Teguh, meski dunia mencoba membutakan mata.
Misi ini diproyeksikan sebagai mobilisasi kemanusiaan masyarakat sipil terbesar yang pernah digelar untuk Palestina — sebuah momen bersejarah yang akan diingat umat.
Ini tentang keberpihakan. Ramainya aksi konvoi ini akan memusatkan perhatian seluruh warga dunia — bahwa Palestina masih digenosida, bahkan dengan cara yang lebih biadab dari sebelumnya.
Indonesia hadir bukan sebagai penonton. Delegasi kita berlayar membawa amanah dari jutaan jiwa yang tidak bisa hadir langsung.
Ketika manusia membatasi, Allah tetap membuka jalan. Wujudkan dukunganmu — karena setiap bentuk keberpihakan dicatat dan dibalas oleh-Nya.
"Barang siapa yang memulai suatu kebaikan dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya tanpa berkurang sedikitpun." — HR. Muslim
Global Sumud Flotilla adalah gerakan internasional berupa aksi terkoordinasi dan nirkekerasan — melalui jalur laut, darat, dan lintas batas — yang bekerja untuk mengakhiri blokade ilegal Israel terhadap Gaza, menghadapi keterlibatan pihak-pihak yang mendukung pendudukan, dan berdiri bersama rakyat Palestina. Dari kapal-kapal di laut dan mobilisasi terkoordinasi, hingga konvoi darat yang melintasi benua, setiap tindakan perlawanan mencerminkan penolakan masyarakat biasa untuk diam dan komitmen kolektif untuk pembebasan Palestina. Pada musim semi 2026, flotilla akan memobilisasi armada maritim lebih dari seratus kapal dan konvoi kemanusiaan darat dengan ratusan truk. Bersama-sama, mereka bertujuan menembus blokade, menyalurkan bantuan, dan bekerja bersama pemimpin Palestina dalam fase awal rekonstruksi.
Sumud adalah kata Arab yang berarti keteguhan, ketekunan, dan ketangguhan. Kata ini mencerminkan semangat tak tergoyahkan rakyat Palestina untuk melawan ketidakadilan dan pendudukan di tanah leluhur mereka, dan mendorong solidaritas global dari mereka yang menolak untuk berpaling. Global Sumud Flotilla mewujudkan prinsip ini melalui aksi berkelanjutan dan terkoordinasi yang berakar pada belas kasih dan tekad.
Menembus blokade bukan hanya soal menyalurkan bantuan. Ini tentang memastikan rakyat Palestina dapat mengakses kebutuhan hidup tanpa bergantung pada mereka yang menindas mereka. Tujuan kami adalah membangun koridor kebebasan, bukan amal; kedaulatan, bukan ketundukan. Dengan menantang blokade di darat dan laut, kami menghadapi sistem kontrol yang menjadikan Gaza penjara terbuka terbesar di dunia.
Anda dapat bergabung dalam gerakan ini dengan mendaftar untuk mendapatkan pembaruan, terhubung dengan delegasi lokal Anda, atau berpartisipasi dalam aksi darat dan laut yang akan datang — baik bergabung dalam konvoi Afrika Utara, mendukung persiapan maritim, maupun mengorganisir aksi terkoordinasi di komunitas Anda sendiri. Setiap suara, keahlian, dan keberanian membantu kita selangkah lebih dekat menuju keadilan dan kebebasan bagi Palestina.
Misi musim semi 2026 menandai pergeseran penting dari pengiriman bantuan jangka pendek menuju kehadiran sipil yang berkelanjutan dan profesional. Ini mencakup: • Lebih dari 100 kapal • Lebih dari 3.000 peserta • Perwakilan dari 100+ negara • Tim khusus di bidang kesehatan, perlindungan, pendidikan, hukum, dan rekonstruksi ekologis Ini akan menjadi aksi maritim sipil terkoordinasi terbesar untuk Palestina hingga saat ini.
Misi yang akan datang diorganisir di seputar enam target yang saling berkaitan: 1. Menembus Blokade: Menantang blokade laut ilegal Israel terhadap Gaza. 2. Menyalurkan Bantuan Penyelamat Jiwa: Mengangkut makanan, obat-obatan, dan kebutuhan esensial yang sangat dibutuhkan. 3. Membangun Kehadiran Perlindungan Sipil Tidak Bersenjata: Mengerahkan warga sipil terlatih untuk mencegah kekerasan, mendokumentasikan pelanggaran, dan mendukung perlindungan komunitas. 4. Mendukung Rekonstruksi: Mendampingi warga Palestina dalam upaya awal pembangunan kembali rumah, sekolah, rumah sakit, dan lembaga sipil. 5. Menghadapi Keterlibatan: Memobilisasi masyarakat sipil global untuk menantang pemerintah dan institusi yang memungkinkan blokade ilegal, pendudukan, dan kekejaman massal Israel. 6. Mengkatalisasi Aksi Global Berbasis Rakyat: Menjadikan flotilla sebagai katalis aksi darat dan laut terkoordinasi yang memperkuat suara Palestina dan memobilisasi masyarakat dunia saat institusi gagal.
Ya. Global Sumud Flotilla bersifat nirkekerasan secara tegas. Semua peserta dilatih dalam disiplin nirkekerasan. Misi ini berlandaskan pada prinsip kemanusiaan, norma perlindungan sipil, dan hukum internasional.
Flotilla musim semi 2026 mencakup armada medis khusus dengan lebih dari 1.000 tenaga kesehatan profesional dan kapal-kapal yang dilengkapi dengan obat-obatan dan peralatan medis penting yang secara tidak adil telah diblokir masuk ke Gaza. Misi medis ini bekerja sama dengan tenaga kesehatan Palestina untuk memperkuat perawatan darurat dan mendukung sistem kesehatan yang hancur akibat blokade dan serangan yang terus-menerus.
Tidak. Flotilla hanya menyalurkan sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan Gaza. Signifikansinya terletak pada: • Menembus blokade ilegal • Membuat koridor kemanusiaan • Membangun model yang dapat direplikasi untuk aksi internasional • Mendukung warga Palestina sambil menuntut perubahan struktural
Ya. Misi ini dirancang untuk beroperasi dalam kemitraan dengan komunitas, profesional, dan kepemimpinan Palestina, dengan menghormati prioritas dan keahlian lokal. Flotilla tidak menggantikan keagenan Palestina; ia mendukungnya.